Jet tempur ini menggunakan sepasang mesin high thrust-to-weight baru, Patt & Whitney F119-PW-100, yang didesain untuk operasi supersonic efisien namun tanpa afterburner (disebut supercruise), dengan daya tahan yang telah dikembangkan melebihi mesin-mesin yang ada pada saat ini. Teknologi lanjutan yang dipakai pada F119 memasukkan integrated flight-propulsion controls dan thrust-vectoring engine nozzle 2 dimensi (ke atas dan bawah) yang memberi F-22(MORE)
Juni 1, 2008
sekilas tentang F/A-22 Raptor
Posted by jesuskarto under sains | Tag: afterburner, boost, F-15, F-16, F-22, F/A-22 Raptor, F119-PW-100, jet, maneuver, manuver, pitch, Pratt & Whitney, Raptor, roll, supercruise, thrust, thrust vector, thrust-to-weight ratio, vector |1 Comment
September 3, 2008 at 3:23 pm
[...] pesawat. Sebuah pesawat dengan thrust to weight ratio tinggi mempunyai percepatan yang besar. F-22 Raptor adalah contoh pesawat yang memiliki thrust to weight ratio cukup istimewa, karena dia mampu terbang [...]