Meski hanya sebuah potongan kecil dari cerita… ini tetap menyebalkan
Beranjak dan berjalan ke depan basuh air mata
Dan cerita saatnya melupakan
Jam berhenti di dua belas ku habiskan gelas demi gelas
Membuat pahit sisa yang manis sampai akhirnya ku lupa
Dan kau percaya tak ada yang lebih baik dari ini
Apanya yang bahagia dan ku tertawa
Tak akan ada cerita dalam (sebuah rahasia)
Lupakan saja dan jangan pernah kau kembali di sini
Keringkan semua luka (pergilah saja)
Berlarilah karena kau akan ku lupakan
Berhenti dan ingatlah sejenak coba tetap berdiri tegak
Dan membakar semua kenangmu
Berhenti menangis dan ini yang terbaik dan teruslah melangkah
Dan saat dunia berpaling darimu tengoklah ke arah lain
Kalau bisa ku ulangi cerita kita akan berada
Di tempat pertama kita berjumpa tak akan ada
Ku di sini dan mencari kau di sana menunggu
Untuk ditemukan, untuk ditemukan
(Dan kau percaya tak ada yang lebih baik dari ini apanya yang bahagia)
Dan ku tertawa (tak akan ada cerita dalam sebuah rahasia)
Lupakan saja dan jangan pernah kau kembali di sini
Keringkan semua luka (pergilah saja)
Berlarilah karena kau akan ku lupakan
Lupakan saja dan jangan pernah kau kembali di sini
Keringkan semua luka (pergilah saja)
Berlarilah karena kau akan ku lupakan
Berhenti menangis dan ini yang terbaik dan teruslah melangkah
Dan saat dunia berpaling darimu berlarilah karena kau akan ku lupakan
Lirik di atas berasal dari sebuah lagu Pee Wee Gaskins dari album Ad Astra Per Aspera dengan judul “Sebuah Rahasia”, bagi Anda yang nge-fans sama PWG pasti paham cerita dalam lagu ini.
Kadang orang bilang, atau bahkan saya sendiri sering bilang bahwa terlalu lama tenggelam dalam kegagalan dan masalah itu sangat jelek dan memalukan. Itu komentar yang sering muncul saat ada teman yang curhat tentang masalahnya berkali-kali, sampai saya sendiri bosan mendengarnya. Namun ketika saya sendiri yang mengalami hal itu, semuanya jadi begitu istimewa, karena saya pribadi merasa bahwa masalah ini selalu penting bagi setiap orang… Tanpa sadar bahwa sebenarnya saya juga melakukan hal yang sama dengan teman2 yang menyebalkan tadi… Ngomel gak ada arah hanya karena merasa orang lain tak peduli dengan kita, padahal urusan ini adalah prioritas bagiku, dan harusnya bagi semua orang. ahahaha… memang seperti itu.
Ya, kebetulan saya juga ngefans dengan band indie satu ini. Dan pesan yang disampaikan sangat terasa bahwa memang “gak ada gunanya” kita terlalu lama teredam dalam masalah. Saya bukanlah orang special yang artinya semua orang pasti juga mengalami masalah yang sama dengan beban yang tentunya berbeda sesuai dengan tingkat kemampuan mental kita, (Ini sih bukan hasil penelitian, tapi di AlQuran ada pernyataan yang kurang lebih seperti itu, bahwa semua beban tercipta pada pundak seseorang pastilah sesuai dengan kemampuannya).
Sakit, Kecewa, Cemburu, dan seterusnya, itulah perasaan yang membuat hati semakin panas saat menerima sebuah “kejutan” dari berbagai harapan kita. Hidup memang sering kali tak punya pola tertentu sebagai fungsi waktu yang jelas. Stidaknya sampai saat ini kita masih belum bisa melihat hidup sebuah sebuah sistem predictable dengan tingkat determinisme yang ketat seperti ilmu pasti. Hidup selalu penuh dengan letupan gelembung-gelembung kejutan yang kadang sangat sulit diterima oleh “hati” kita. Rasio akal kita mungkin saja mengatakan bahwa kejutan ini memang sudah bisa diprediksikan akan terjadi, dan dengan ide seperti itu seharusnya kejiwaan kita sudah siap saat “Kejutan” itu benar-benar terjadi entah untuk apa tujuan pastinya. Namun, akal memang terlalu kaku, dan sama bagi semua orang, dia independent dan objektif, tak pernah terikat oleh sebuah emosi cinta, benci, sedih, bahagia dan sebagainya. Akal tetap benar, tapi solusi yang ditawarkannya tak selalu mudah untuk direalisasikan.
Saya tau tidak banyak orang yang lulus telat kuliah, bahkan wisuda hampir bersamaan dengan teman SD yang menempuh S2. Tapi “tak banyak” itu berati relatif secara numerik, karena tentunya saya bukan orang yang unik dalam menerima kejutan tai semacam ini.
Awal mulanya saya merasa sangat gagal setelah hampir setiap rencana yang disusun paska kelulusan tak terealisasikan sama sekali. Saya berharap bisa segera mandiri dan tak merepotkan orang lain namun yang terjadi malah sebaliknya, kebutuhan saya malah semakin banyak. Hubungan yang awalnya baik-baik saja dan sedang diperam untuk dipertahankan tiba2 menemui jalan buntu, ah… tipikal sekali orang j0bless ya…
Tapi ternyata tidak semua orang yang menerima kejutan serupa dengan saya menyikapi masalahnya dengan cara yang sama persis dengan yg saya lakukan. Saya dapati seorang teman yang menghadirkan solusi2 ringan namun jitu. Ah di sini saya merasa sangat beruntung… Karena ada dia. Ini menjadi semakin sederhana saat saya bertemu dengan teman satu ini. Saya semakin realistis menghadapi hari esok yang tak pernah lepas dari berbagai kejutan.
Selalu ada masa di dalam hari-hari kita di mana kita leading dan sebaliknya pada kesempatan yang lain kita merasa legging. Saya pikir sampai kapanpun hal semacam ini akan tetap terjadi. Seperti mereka bilang hidup adalah pembelajaran yang terus-menerus.
Posted on Februari 9, 2012, in me and tagged Pee Wee Gaskins, Sebuah Rahasia. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.
Tinggalkan sebuah Komentar
Komentar (1)