me


Sebuah markas raksasa dibangun di bawah bongkahan es kutub mengambang di laut kutub. Ini masuk akal karena memang begitulah air ketika membeku, massa jenisnya lebih kecil daripada wujud cairnya. Nah, justru anehnya ketika markas itu hancur gunung es itu hancur menjadi kepingan2 raksasa yang tenggelam ke dasar laut! Lah… kok bisa? (MORE)

kami hanya segelintir orang yg merasa kecewa dengan diri sendiri karena lingkungan ini bukanlah apa yg kami bayangkan sebelumnya…

Mungkin, kami salah tempat, dan tak seharusnya berada di sini..

dimana risetnya? di mana para prof itu bekerja?
Di mana scientific journals itu?

kami bukan mereka, dan merekapun bukan kami…
kita berbeda dan terpisah oleh kenyataan bahwa uang adalah agama.

aku g tw kanapa bisa jadi hobi bgt sama mesin..

maksuku, aku tercengang bagaimana bongkahan logam, padat, berat dan licin itu bekerja begitu mulus.. dengan massa mereka sendiri yg mencapai satuan ton, belum lagi beban yg menjadi kesatuan kendaraan dimana dia dipasang. Ya.. satuan ton, dipercepat dengan gaya luarbiasa sampai mampu berlari hingga di atas 100 km/h… ouh God…

aku menyesal kenapa dulu tak pernah belajar ilmu sesat itu ya.. hingga kini aku masih berada di angan2, menghitung angka2 untuk kesetabilan sistem, tanpa tahu energi mekanik apa yg menyebabkan sistem itu hidup. ya, teman2ku bekerja di aras teori, kami menghitung, kami mendesain, tapi apa yg terjadi di bengkel ataupun meja lab, kami tak pernah tahu…. Mereka bilang itu bukan urusan kita…

Hingga kini aku sering tak percaya dengan mesin mekanik. Hovercraft, Katamaran, turbin2 yg mengangkat berton-ton massa kapal itu hingga mengambang di permukaan air, tak bisa kubayangkan bagaimana ketika logam2 itu bekerja. Panas, bising gesekan, konsumsi fuel yg menggila dan tentunya putaran mesin yg membuat kita seakan tak percaya bahwa sebuah bilangan selain 0 (nol) tak pernak menghasilkan nol jika dibagi dengan bilangan berhingga.

misil2 yg terlontar begitu enteng dari platformnya. Aku baru tahu bahwa massa mereka tak pernah ringan dengan ukuran yg tak kecil pula. Bagaimana sistem mekanik ini bekerja? kadang aku sudah bisa membayangkan kegagalan yg akan terjadi jika aku mencoba mengerjakannya. Aku lebih memilih listrik, energi ini begitu seksama direpresentasikan dengan matematik. Mereka tak mempunyai massa, hence tentunya kelembaman. Inertia! benda2 bermassa itu harus bertarung dengan medan gravity bumi sebelum bisa mencapai gerak yg mereka inginkan di ranah kekuasaan gravity bumi ini, dan itupun tak pernah luput dari desain mereka. Mengagumkan…

cerita ini sepertinya tak berahir di sini, kecuali aku harus mencari nasi bungkus untuk makan sahur.

Halaman Berikutnya »