Tidak terkategori


wah.. pengumpulan proposal terahir tanggal 5 Juni. sekarang belum bikin team malahan..
belum lagi abis ni minggu tenang dan bulan Juni akan disambut oleh ujian ahir semester.
Ahirnya, rencana itu tak berjalan semulus perkiraanku, ini pertama kali pingin ikut lomba dan artinya ini juga akan jadi pertama kali kenal sama temen2 di lab.
tapi kalopun sekarang belum bisa, tahun depan harus ikut la…

bukan karena iri ma temen2 yg barusan lolos KRI-KRCI, tapi cuman pingin nyoba aja pegang hardware beneran, biar ga bosan sama persamaan-persamaan matematik itu. lagian masak orang listrik g bisa bikin hardware.. kan haram hukumnya. perlu latihan nih..

tapi lomba ini serius, bikin sensor ukur meteorologi untuk roket uji muatan… sensor kelembapan, tekanan udara, percep gravity… alamak.. ini sih bukan pekerjaan orang yg buta elektronik..

gak apalah… kalo semester ini belum bisa semester depan semoga bisa lebih baik…

dengan 3 orang dalam satu team, dan 2 diantaranya masih buta hardware kyk aku, ini masih terlalu sulit.

pfuh..
finally it ends and leaves much uncertainities after all..
this semester is somehow more like a punishment for me,
feel so shy to Nabila for I used to have long talks on math with her, despite the fact that my math this semester is so pathetic, oh God..
Allah… it’s hard to believe that they gave us the discrete ones.. and that’s what U did, thank God.
oh math… I never see U hate me like this before…

Ugh… the reality could be more pathetic, but I hope not. For sure, the final project hasn’t finished yet and this is the last week before deadline.

Seorang penganut Marxism memiliki sebuah praktis, jalan hidup dan kerja, yang di sebut komunis. Ide-idenya berdsarkan sebuah filosofi tentang kehidupan sehari-hari yang disebut dialektika. Karena itu, Marxism mencakup teori dan praktis. Teori Marxism biasa disebut materialism dialektik; yang jelas tidak ada satu jawaban untuk sebuah pertanyaan – teori ini berdasarkan serangkaian kondisi khusus yang selalu terbatas, dan karena itu, semua teori selalu terbatas.

Untuk mengetes teorinya, penganut Marxism (selanjutnya disebut marxists) mengandalkan praktik sebagai criteria dari kebenaran. Menggunakan sebuah metodologi seperti yang digunakan oleh Marx dan Engels menguji sejarah, yang membimbing mereka untuk menguraikan teori tentang perjuangan kelas (class struggle), basis dari hubungan social melalui ekonomi, dan bentuk masyarakat yang bisa mengikuti kapitalisme. Teori-teori ini bukanlah kebenaran abadi, tapi mengikuti semacam metode ilmiah. Ada banyak contoh dari teori-teori Marx yang telah dimodifikasi, direvisi, atau bahkan dirubah sama sekali: dalam pengertian ini, dimulai dengan perubahan oleh Marx sendiri. Tugas utama kita dalam membaca Marxism klasik adalah memahami secara menyeluruh metodenya, setelah itu baru kita bisa melihat jawaban yang relevan dan up to date dalam kehidupan kita.
wes.. pokoke orang komunis itu adalah para pengikut marxism

Lebih jauh tentang Marxism, klik di Marxists.org (ada seksi bahasa Indonesianya juga, meski masih terbatas penerjemahannya)

Halaman Berikutnya »