Monthly Archives: Juni 2008

Taman Nasional Baluran Jawa timuRRRRR (Baluran National Park)

akasia berduriEntah kenapa tempat ini mesti disebut BALURan… yang jelas tempatnya sangat eksotis.. sieh….

Terletak di kabupaten Situbondo, sebelah utara Banyuwangi Jawa Timur. Tempat ini dikenal sebagai cagar alam untuk banteng khususnya dan hewan-hewan lainnya. Cuaca di Baluran memang sangat berbeda dengan daerah lain di Jawa, sehingga banyak yang menyebut bahkan iklimnya berbeda. Memang, sangat panas sampai kadang daerah ini disebut Afrika Indonesia. Ya, begitulah, karena disana memang sangat panas.

Sebenarnya iklim ini tak jauh beda dengan daerah Situbondo bagian timur, atau bahkan daerah Situbondo secara keseluruhan. Karena panas ini pula, di Baluran banyak tumbuh tanaman akasia berduri, seperti yang dijumpai di Afrika meski dalam sub-spesies yang berbeda. Tanaman ini, karena tingkat ketahanannya terhadap ‘iklim ekstrim’ cukup tinggi, telah mengakibatkan rusaknya lingkungan karena tingkat pertumbuhannya jauh di atas tumbuhan lain, serta sangat sukar untuk mati… (entah bagaimana kalimat yg tepat, tapi memang sulit mati..) kecuali kita harus mencabut sampai akarnya, atau membakarnya. Dan itulah yang selama ini dilakukan oleh tim pengelola, mereka telah lama membakar ‘padang akasia berduri’ untuk menghindari ketidak seimbangan tersebut.     

Di sebelah utara dan timur, Baluran dibatasi oleh laut Jawa dengan ombaknya yang tidak terlalu besar memberikan pemandangan yang tidak kalah indah dengan daratannya. Terdapat menara untuk melihat aktifitas hewan-hewan liar sehingga kita bisa menyaksikan secara langsung. Bagi beberapa orang mungkin taman ini tak begitu indah, namun saya tertarik dengan Baluran adalah karena iklimnya yang berbeda dan juga letaknya yang memancing keinginan para petualang untuk mengunjunginya. Ia terletak sangat terpencil di ujung timur laut Pulau Jawa. Bahkan saya bisa menikmati keindahannya dari foto vertikal sekalipun seperti layanan Googleearth misalnya. Just, its so beautiful…. thats all…

Namun sayang, saya belum pernah bisa mengambil foto saya sendiri di Baluran. Foto-foto ini berasal dari panoramio.com, itu semua karena saya pernah mempunyai pengalaman yang buruk ketika berkunjung ke Baluran, he he 🙂 saat itu adalah kunjungan pertama saya dengan hanya mengendarai motor bebek, tanpa informasi lebih mengenai Baluran. Yang terjadi adalah bahwa ini lebih gila dan lebih menyiksa daripada kunjungan saya ke Rajekwesi Idul Fitri lalu.

Hal yang setidaknya perlu Anda ketahui sebelum berkunjung ke Baluran:

  • Jalan masuk dari gerbang ke Taman Nasional Baluran cukup jauh…
  • Mungkin tidak seberapa jauh, sekitar belasan Km, namun kondisi jalanlah yang membuatnya terasa jauh. Beberapa bagian jalan digenangi air yang bisa jadi cukup dalam untuk roda motor/mobil Anda. Banyak jalan yang rusak termakan cuaca dan waktu, namun tidak terlalu banyak tanjakan atau turunan.
  • Bawa kendaraan yang mumpuni (yang jelas jangan motor bebek, kecuali Anda memang suka tantangan), atau jika membawa keluarga mending lupakan niat untuk membawa motor. sekedar info suasana di tengah perjalanan ditengah hutan bisa sangat menakutkan. Setidaknya itulah yang saya rasakan, maklum disana hewan liar seperti banteng atau babi hutan masih berkeliaran.
  • Yang jelas bawa bekal, karena sudah pasti di sana fasilitas yang tersedia sangat terbatas. 

Memang, bagaimanapun juga lebih baik kita bawa mobil. Ada hal yang spesial di perjalanan menuju ke TNB dari gerbangnya yang berada di jalur Banyuwangi-Situbondo. Saya sering menggunakan motor bebek untuk mengunjungi Ijen, melewati hutan yang lumayan gelap (di beberapa titik), namun tidak ada rasa takut seperti ketika mengunjungi Baluran. Di Baluran, sepanjang sisi jalan dipagari oleh kawat pengaman untuk menghindari hewan liar menyebrang jalan, inilah yang justru membuat kita jadi agak khawatir, selain itu dibeberapa tempat terdapat kubangan air yang cukup dalam yang dikelilingi ratusan kupu-kupu. Kondisi ini ditambah dengan sepinya kendaraan yang lewat membuat kita serasa sendiri di tengah hutan, hanya ditemani ratusan kupu2 dan hutan itu sendiri… ha ha.. yah memang begitulah…

Tapi bagi Anda pecinta keberagaman alam pasti akan sangat terpuaskan dengan pemandangan di Baluran.

gunung Baluran, dari Google Earth afrika Indonesia

 

Iklan

mesin cetak yang benar-benar ‘mencetak’ 3D

mesin cetak 3DMesin cetak yang mampu mencetak ‘barang’ beneran…. Yah memang, instead of squirting ink onto a paper, dia malah meletakkan lembaran plastic tipis yang ahirnya mengeras dan membentuk benda yang diinginkan dalam 3D… jadi benar-benar mesin ‘cetak’.. nah begini cerita lebih detailnya:

 

Prototype Of Machine That Copies Itself Goes On Show

ScienceDaily (Jun. 6, 2008) — A University of Bath academic, who oversees a global effort to develop an open-source machine that ‘prints’ three-dimensional objects, is celebrating after the prototype machine succeeded in making a set of its own printed parts. The machine, named RepRap, will be exhibited publicly at the Cheltenham Science Festival (4-8 June 2008).


RepRap is short for replicating rapid-prototyper; it employs a technique called ‘additive fabrication’. The machine works a bit like a printer, but, rather than squirting ink onto paper, it puts down thin layers of molten plastic which solidify. These layers are built up to make useful 3D objects.

 

RepRap has, so far, been capable of making everyday plastic goods such as door handles, sandals and coat hooks. Now, the machine has also succeeded in copying all its own 3D-printed parts.

These parts have been printed and assembled by RepRap team member, Vik Olliver, in Auckland, New Zealand, into a new RepRap machine that can replicate the same set of parts for yet another RepRap machine and so on ad infinitum. While 3D printers have been available commercially for about 25 years, RepRap is the first that can essentially print itself.

 

The RepRap research and development project was conceived, and is directed, by Dr Adrian Bowyer, a senior lecturer in engineering in the Faculty of Engineering & Design at the University of Bath, UK.

Dr Bowyer said that: “These days, most people in the developed world run a professional-quality print works, photographic lab and CD-pressing plant in their own house, all courtesy of their home PC. Why shouldn’t they also run their own desktop factory capable of making many of the things they presently buy in shops, too?

“The possibilities are endless. Now, people can make exactly what they want. If the design of an existing object does not quite suit their needs, they can easily redesign it on their PC and print that out, instead of making do with a mass-produced second-best design from the shops. They can also print out extra RepRap printers to give to their friends. Then those friends can make what they want too.”

Recently, Chris DiBona, Open Source Programs Manager at Google Inc, encouraged people to: “Think of RepRap as a China on your desktop.”

 

Sir James Dyson, Chief Executive of the Dyson Group, said: “RepRap is a different, revolutionary way of approaching invention. It could allow people to change the ergonomics of a design to their own specific needs.”

 

Dr Bowyer hopes people will come to the Cheltenham Science Festival and see both the ‘parent’ and the ‘child’ RepRap machines in action for the first time together.

“RepRap is the most enjoyable research project I’ve ever run,” he said. “Without the many talented and selfless volunteers the RepRap project has all round the world, it would have never succeeded so quickly.”

 

Complete plans for the prototype RepRap 3D printer and detailed tutorials to aid motivated amateurs (and professionals) in assembling one are available, free-of-charge, at the RepRap website (details below). The materials, plus the minority of parts that the machine cannot print, cost about £300. All those non-printed parts can be bought at hardware shops or from online stores.

RepRap website: http://reprap.org


Adapted from materials provided by University of Bath.

 

yah… begitulah ceritanya.. ternyata mesin ini(sejauh ini) mampu membuat sandal, daun pintu dll, kedengarannya memang lucu, tapi bagaimanapun juga mesin itu benar-benar canggih

 8  8 8 🙂

 

AfterBurner

Sebuah afterburner atau reheat adalah sebuah komponen tambahan yang ditambahkan pada beberapa mesin jet, terutama pesawat-pesawat supersonik di militer. tujuannya adalah untuk menyediakan peningkatan dorongan singkat, baik untuk terbang dengan kecepatan supersonik atau takeoff. (MORE)