Category Archives: me

How are you today?

So I work in here today and try to enjoy the hood. I don’t know, wether i am too weak or its because i am just waiting for the right time until i feel ready to break it down. So, I see those guys like feeling so bad because of what we got here isn’t the thing we used to imagine. I knew, but hey… Doest it really matter for me today?

I still the same guy who is crazy about space shit… I ain’t change. I don’t even have a certain answer to the question of “where would you live?”. yah, how am I supposed to answer that thing?. I mean, I dont even have a family by now, a wife to live with, a kid to take care of and rise. I dont have those thing, which I believe become the reason why i never got so busy to think of my future.
It is a very basic thing that everyone need a mate… A mate, like for the lifetime. A wife, a husband. I keep questioning myself if it is the cause of why this space nut shit keep stayin’ in my head. I am pretty lame in planning for myself. Yet one thing for sure, it is useless to make a huge plan if it’d take long time just to start up because of some reasons. It is then more like a mental masturbation, we all have been tired of that!!!!!!

So I just opened the same site i used to visit everytime I got my head heavy enough with those dissapointments. It turns out that it is impossible for me right now, maybe next year or some other times later.
So probably the only left possible scenerio is going to college, again.
That would a lil bit painful…
Oh my God

baiklah... it pleases me

baiklah… it pleases me

Anyway, today I join the SCADA team of a power grid company. I gotta say this is different, but I do like the environment. The people are great, the atmosphere is just real good. But, yeah like I said, its not me.. ahahaha

And thank God they already knew that its not ME!! Ofcourse there is always dissapoinTment. But I believe I’d better not to share in here.

The thing I should remember is perhaps this is the only thing i got to earn money, so i have to behave good… aahhahha..
secondly, It is a great technology I believe, just maybe not in line with my dream which doesn’t make it not important for me to learn. It is still about complex system on data aquisition.
Very well then… I gotta comprehend the whole system before “the time” arrive. I mean at least i have a reason why i should be on fire here.

YOU know what, THERE IS ALWAYS DISSAPOINTMENT LIKE I SAID ABOVE. THOSE GUYS ARE DISSAPOINTED… SOME TREAT US DIFFERENT!
AND THAT HURTS… BEING DIFFERENT FELT LIKE SHIT..

ahh… finally, yah, I just tried hard to find a reason of why i am supposed to be on fire to work in here.
thank’s

Iklan

15 Februari 2012

Tadi malam kami baru saja pindah kos ke kamar baru. Saya yang memang sering terikat dengan tempat di mana saja saya tinggal selalu merasa janggal dengan perpindahan. Saya masih sering ragu sebenarnya ke mana karir saya akan berlanjut. Saya juga tidak yakin bisa berlama-lama di Jogja. Dengan pola piker mengejar untung dan balas dendam saya selalu khawatir bahwa potensi pengembangan karir saya di Jogja lebih kecil daripada Surabaya. Lantas bagaimana dengan pencapaian yang akan saya tunjukkan kepada keluarga saat kami berjumpa nanti?

Bertentangan dengan hal itu, saya sudah setengah bosan kembali ke Surabaya. Mengingat masa-masa penuh tekanan, ego, dan kesombongan tanpa produktifitas diri yang berarti. Saya teramat ragu saya akan punya teman hati jika saya kembali ke kota itu. Selalu teringat dengan cita dan cinta yang hanya berahir dengan tai ayam di pemanggangan sate babi.

Pagi ini jam 9 saya berangkat ke Surabaya untuk memenuhi janji saya pada Mamad sekitar 4 bulan yang lalu. Ini lebih mirip upaya untuk membayar hutang dan tidak ada keuntungan materil yang bisa saya peroleh dari pekerjaan ini karenanya saya ingin semua cepat selesai dan kita bergerak ke cerita selanjutnya. Saya bosan melakukan terlalu banyak perjalanan none of which gave me money. Tak juga pelajaran, saya tetap belajar mengambil hikmah dari berbagai luka. Hanya saja mungkin interpretasi saya saat ini masih terenkripsi.

Hari esok akan ada luka yang lebih membara karena malam ini seseorang mungkin kecewa.

Meski hanya sebuah potongan kecil dari cerita… ini tetap menyebalkan

Beranjak dan berjalan ke depan basuh air mata
Dan cerita saatnya melupakan
Jam berhenti di dua belas ku habiskan gelas demi gelas
Membuat pahit sisa yang manis sampai akhirnya ku lupa

Dan kau percaya tak ada yang lebih baik dari ini
Apanya yang bahagia dan ku tertawa
Tak akan ada cerita dalam (sebuah rahasia)
Lupakan saja dan jangan pernah kau kembali di sini
Keringkan semua luka (pergilah saja)
Berlarilah karena kau akan ku lupakan
Berhenti dan ingatlah sejenak coba tetap berdiri tegak
Dan membakar semua kenangmu
Berhenti menangis dan ini yang terbaik dan teruslah melangkah
Dan saat dunia berpaling darimu tengoklah ke arah lain

Kalau bisa ku ulangi cerita kita akan berada
Di tempat pertama kita berjumpa tak akan ada
Ku di sini dan mencari kau di sana menunggu
Untuk ditemukan, untuk ditemukan
(Dan kau percaya tak ada yang lebih baik dari ini apanya yang bahagia)
Dan ku tertawa (tak akan ada cerita dalam sebuah rahasia)
Lupakan saja dan jangan pernah kau kembali di sini
Keringkan semua luka (pergilah saja)
Berlarilah karena kau akan ku lupakan
Lupakan saja dan jangan pernah kau kembali di sini
Keringkan semua luka (pergilah saja)
Berlarilah karena kau akan ku lupakan
Berhenti menangis dan ini yang terbaik dan teruslah melangkah
Dan saat dunia berpaling darimu berlarilah karena kau akan ku lupakan

Lirik di atas berasal dari sebuah lagu Pee Wee Gaskins dari album Ad Astra Per Aspera dengan judul “Sebuah Rahasia”, bagi Anda yang nge-fans sama PWG pasti paham cerita dalam lagu ini.

Kadang orang bilang, atau bahkan saya sendiri sering bilang bahwa terlalu lama tenggelam dalam kegagalan dan masalah itu sangat jelek dan memalukan. Itu komentar yang sering muncul saat ada teman yang curhat tentang masalahnya berkali-kali, sampai saya sendiri bosan mendengarnya. Namun ketika saya sendiri yang mengalami hal itu, semuanya jadi begitu istimewa, karena saya pribadi merasa bahwa masalah ini selalu penting bagi setiap orang… Tanpa sadar bahwa sebenarnya saya juga melakukan hal yang sama dengan teman2 yang menyebalkan tadi… Ngomel gak ada arah hanya karena merasa orang lain tak peduli dengan kita, padahal urusan ini adalah prioritas bagiku, dan harusnya bagi semua orang. ahahaha… memang seperti itu.

Ya, kebetulan saya juga ngefans dengan band  indie satu ini. Dan pesan yang disampaikan sangat terasa bahwa memang “gak ada gunanya” kita terlalu lama teredam dalam masalah. Saya bukanlah orang special yang artinya semua orang pasti juga mengalami masalah yang sama dengan beban yang tentunya berbeda sesuai dengan tingkat kemampuan mental kita, (Ini sih bukan hasil penelitian, tapi di AlQuran ada pernyataan yang kurang lebih seperti itu, bahwa semua beban tercipta pada pundak seseorang pastilah sesuai dengan kemampuannya).

Sakit, Kecewa, Cemburu, dan seterusnya, itulah perasaan yang membuat hati semakin panas saat menerima sebuah “kejutan” dari berbagai harapan kita. Hidup memang sering kali tak punya pola tertentu sebagai fungsi waktu yang jelas. Stidaknya sampai saat ini kita masih belum bisa melihat hidup sebuah sebuah sistem predictable dengan tingkat determinisme yang ketat seperti ilmu pasti. Hidup selalu penuh dengan letupan gelembung-gelembung kejutan yang kadang sangat sulit diterima oleh “hati” kita. Rasio akal kita mungkin saja mengatakan bahwa kejutan ini memang sudah bisa diprediksikan akan terjadi, dan dengan ide seperti itu seharusnya kejiwaan kita sudah siap saat “Kejutan” itu benar-benar terjadi entah untuk apa tujuan pastinya. Namun, akal memang terlalu kaku, dan sama bagi semua orang, dia independent dan objektif, tak pernah terikat oleh sebuah emosi cinta, benci, sedih, bahagia dan sebagainya. Akal tetap benar, tapi solusi yang ditawarkannya tak selalu mudah untuk direalisasikan.

Saya tau tidak banyak orang yang lulus telat kuliah, bahkan wisuda hampir bersamaan dengan teman SD yang menempuh S2. Tapi “tak banyak” itu berati relatif secara numerik, karena tentunya saya bukan orang yang unik dalam menerima kejutan tai semacam ini.

Awal mulanya saya merasa sangat gagal setelah hampir setiap rencana yang disusun paska kelulusan tak terealisasikan sama sekali. Saya berharap bisa segera mandiri dan tak merepotkan orang lain namun yang terjadi malah sebaliknya, kebutuhan saya malah semakin banyak. Hubungan yang awalnya baik-baik saja dan sedang diperam untuk dipertahankan tiba2 menemui jalan buntu, ah… tipikal sekali orang j0bless ya…

Tapi ternyata tidak semua orang yang menerima kejutan serupa dengan saya menyikapi masalahnya dengan cara yang sama persis dengan yg saya lakukan. Saya dapati seorang teman yang menghadirkan solusi2 ringan namun jitu. Ah di sini saya merasa sangat beruntung… Karena ada dia. Ini menjadi semakin sederhana saat saya bertemu dengan teman satu ini. Saya semakin realistis menghadapi hari esok yang tak pernah lepas dari berbagai kejutan.

Selalu ada masa di dalam hari-hari kita di mana kita leading dan sebaliknya pada kesempatan yang lain kita merasa legging. Saya pikir sampai kapanpun hal semacam ini akan tetap terjadi. Seperti mereka bilang hidup adalah pembelajaran yang terus-menerus.