Category Archives: my opinion

I think everyone wants to write theeir independent ideas in their Blog, or their diary, this category is the placed where I put my craziest Idea as well as the simplest ones. SO there gonna be much funny things in here… an impossible thing to be.

kenapa gak terus terang saja?

Aku kadang bingung sebenarnya apa yang aku inginkan.

Aku terlalu sering merasa iri terhadap pencapaian orang lain di berbagai bidang. Aku sendiri tak tahu di mana peranku dalam membangun lingkungan masyarakat yang toleran, damai, modern, namun tak meninggalkan nilai-nilai lawas yang baik dan masih relevan dengan zaman. Aku bukan orang yang berlatarbelakang pendidikan social, karenanya aku bahkan bingung menyebut istilah yang tepat untuk jenis masyarakat yang aku inginkan. Sudah sangat lama, kalau bukan terlalu lama aku ngobrol dengan teman-teman terdekat tentang ini-itu keresahan kami, dan tentu keresahan banyak orang melihat bagaimana budaya yang kurang baik terus-menerus di-feed-kan kepada bocah-bocah ingusan di negeri ini. Melihat bagaimana semua ajaran agama diselaraskan dengan kemauan manusia, bagaimana makna aurot wanita digeser dari wujud dan bentuk tubuh menjadi wujud dan bentuk rambut kepala wanita. Wanita yang tidak berkerudung dianggap kurang sesuai (kalau bukan “agamis”), sehingga sembarang pakaian yang menempel di tubuh wanita asalkan dibarengi dengan kerudung di kepala dianggap lebih anggun dan sopan secara moral.

Wanita cantik diikutkan dalam kontes kecantikan tingkat dunia dengan seabrek argument yang aku sendiri tak mampu menyanggahnya namun aku yakin kita seharusnya mengakui bahwa kontes ini tak pernah lepas dari sekedar kontes kecantikan fisik. Apapun nilai lebih yang ditawarkan olehnya, yang jelas semua kontestan wanita cantik sejagat harus mau telanjang di panggung dengan hanya memakai bikini. Tak perlu sembunyi-sembunyi seorang bocah SD jika ia ingin melihat tubuh-tubuh seksi wanita dari hampir semua negara di dunia hanya di balut baju renang, bikini. Memang tak sepenuhnya buruk, hanya sisi inilah yang paling meresahkan dari kontes tingkat dunia itu.

Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita yang solihah. Kurang lebih seperti itulah yang disebut dalam sebuah hadits. Terlepas dari makna solihah yang menghadirkan beragam tafsiran, bahkan makna secara umum, pertanyaannya apakah seharusnya wanita ditelanjangi untuk menampakkan potensi dirinya sebagai perhiasan terbaik dunia?

Apakah potensi wanita yang paling utama hanya seputar kecantikan fisik yang diumbar?

Tulisan ini memang tak menawarkan solusi, ini hanya mental masturbation murahan dari warung kopi. Kenapa trend setter fasion dunia selalu menang? Kenapa kita jadi ikut-ikutan memakai celana ketat? Model kebenaran yang seperti apa lagi yang harus kupelajari untuk menghormati wanita?

Apakah perubahan perilaku manusia yang mengarah pada kebebasan lantas menggeser arti kebenaran moral? Kenapa kita tidak terusterang saja bahwa apa yang kita lakukan saat ini memang untuk kepuasan diri kita bukan menutup-nutupi atau menggeser arti aurot? Menurutku lebih baik kita berterus terang tentang hal-hal tabu di sekitar kita daripada mengatasnamakan semua itu dengan nilai-nilai “agama modern”. Yang kita lakukan saat ini adalah menunjukkan bahwa “inilah diri kita dalam menjalankan agama”, bukan ”inilah agama”.

Heran sama mesin canggih di SPBU

slogan “pasti pas” memang harusnya disambut baik oleh konsumen BBM. Setelah banyak kasus kecurangan dalam melayani konsumen, ahirnya Pertamina memperketat lagi pengawasan pelayanan di berbagai SPBUnya. Dengan  logo yang khas di seragamnya, para karyawan SPBU berkomitmen untuk jujur dalam perhitungan mesinnya. Ya, mesin di set 00000 tiap kali ganti pelanggan, sehingga terjamin bahwa Mesin tersebut kembali menghitung dari 0 saat pembeli tersebut tiba.

Namun, ternyata mesin tersebut terlalu canggih untuk beberapa SPBU di negeri kita! Ya, saya gak yakin semua SPBU memiliki mesin yang “terlalu canggih”..

Gimana gak canggih, dia bisa mencacah hingga beberapa digit di bawah Liter..demikian juga dengan nilai uang yang dikonversi dari volume bahan bakar tersebut.. Tapi, namanya juga terlalu canggih,beberapa SPBU bahkan tak bisa memberi kembalian lebih kecil dari Rp.500… ya, pecahan paling kecil adalah Rp.500.

waw.. waw..waw.. padahal mesin konversi tersebut menghitung hingga tingkat ketelitian Rp.1…!!!!!

benar-benar… ini terlalu canggih… kenapa gak dikalibrasi ulang aja biar enak dilihatnya. Biar si pembeli gak merasa tertipu…

Produk luar yang diinstall oleh orang lokal

saya belum banyak pengalaman di bidang alat2 industri.. Tapi yang mengherankan baru kali ini lab kampus disuplai oleh salah satu perusahaan yang bekerja dibidang alat2 industri. Dan sekali ini pula saya langsung heran begitu rentannnya alat-alat tersebut terhadap berbagai kerusakan sederhana (baca: error ). Saya sudah lupa berapa kali kami mengeluh atas hal ini. Mulai dari kompressor yang bocor, berisik, sampe urusan relay kendor di antara puluhan relay yang terjepit sistem wiring rumit. Belum lagi error pada kompiler program pada PC yang digunakan untuk mengontrol manipulator.

satu hal yang pasti, komponen pendukung sistem yang terdiri dari PLC, motor servo, motor stepper, belum pernah rusak, karena memang disuplai oleh perusahaan ternama. Hanya saja, integrasi sistemnya harus saya katakan lumayan parah! sangat jauh dari kata layak beroperasi>..

Barusan minggu kemarin lab kami ada kunjungan dari rombongan siswa-siswi sebuah SMA di ibu kota. Tentu kami menyambut dengan senang karena dengan demikian kami bisa mengenalkan konsep sederhana teknologi industri sejak dini pada anak SMA. Di lab saya sendiri, ada 4 buah alat industri  yang terdiri dari berbagai manipulator lengan prismatik. mesin CNC dan sejenisnya.

Tapi yang bisa kami operasikan hanya 2 manipulator. Karena 2 mesin yg tersisa masih error programnya. Keduanya adalah kontroler servo dan stepper berbasis PC yang semua programnya error ketika dijalankan. Lebih apes lagi pada rombongan terahir yang masuk ke lab saya, 1 di antara mesin yang bisa dioperasikan error juga!!! mampus, sehingga dari 4 mesin yang bisa didemokan hanya 1 mesin CNC.

Saya tidak mengatakan komponen2 pendukungnya jelek, tapi integrasi sistemnya sangat rawan terhadap berbagai error. Dan ini juga yang membuat saya semakin ragu bahwa mereka benar2 berniat untuk membantu lab kami dalam mempelajari mesin2 industri. Cara integrasi fisiknya pun juga tak semuanya sesuai standard industri, instalasi pengkabelan ada juga yang seenaknya saja!…

Kok bisa menang tender proyek ya? Apa mungkin karena ini di kampus sehingga mereka malas untuk serius?, atau karena pihak kampus yang salah memilih perusahaan?

Ini benar2 mengecewakan.. sangat