Monthly Archives: Desember 2007

tentang motor…

motor roket, denger namanya sekilas bisa bayangin motor listrik ato apapun yang disebut motor, selalu (selama ini yg sering) ada hubungannya sama rotasi mesin. Maklum selama ini mesin sebagai alat gerak selalu mengandalkan rotasi. Hampir semua yang ada di daily life kita, motor (mesin penggerak) selalu berdasarkan prinsip putaran atau rotasi yang selanjutnya dimodifikasi hampir completely menjadi alat-alat gerak disekitar kita. Hampir semua motor berasal dari gerak rotasi, kecuali untuk penggerak kereta layang (magnetic levitation). berarti kira-kira kita nggak terlalu bodoh kalo bilang bahwa motor selalu berhubungan dengan rotational motion.

Tidak demikian dengan motor Roket, karena meskipun disebut dengan motor, sebuah motor roket sederhana hanya terdiri dari tabung (ruang) pembakaran, tempat dimana bahan bakar direaksikan dengan O2, dan selanjutnya lubang buang, untuk membuang gas panas yang sekaligus sebagai alat penggerak roket,.

motor roket sederhana tidak jauh berbeda dengan desain sebuah pelontar kembang api sederhana, hanya saja kemudian design interior inilah yang sangat menentukan keampuhan si Roket, dalam sebuah riset pengembangan roket seperti di LAPAN, hal-hal yang dilakukan selanjutnya untuk mengembangkan sebuah motor roket tidaklah selalu dengan menambahkan piranti-piranti canggih ke dalam motornya, tetapi bias juga dengan  design interior tabung ruang bakar dan lubang buang (nozzle). Pengetahuan mengenai aliran gas mampat ataupun fluida secara umum menjadi sangat penting dalam pengembangan motor roket. Cabang Fisika inilah yang kemudian menjadi kunci design Throat nozzle sebuah motor roket, tentunya yang tidak kalah penting adalah kimia, untuk menentukan bahan yang baik untuk bahan bakar sebuah motor roket, sehingga menghasilkan daya dorong yang sesuai.

Ada banyak hal yang membosankan bagi Anda para penggila kreasi sains namun sangat malas ketika dituntut untuk belajar. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh para insinyur dan ilmuan di LAPAN mungkin sangat menarik bagi Anda pecinta roket. Namun, ketika hasil kerja keras mereka ditumpahkan ke dalam bentuk Laporan resmi atau jurnal periodik, maka keindahan itu tidak akan tampak, karena yang Anda llihat kemudian adalah bahasa-bahasa aneh dan sekumpulan tabel yang membosankan, serta grafik-grafik hasil ujicoba sebuah “motor”. Memang demikianlah kerja para saintis dibalik terciptanya karya-karya sains yang menakjubkan.

Ujicoba sebuah motor roket dilakukan untuk mengetahui apakah konstruksi dan bahan bakar sudah berkelakuan seperti yang diharapkan. Kekuatan tabung terhadap tekanan dan suhu, kesempurnaan pembakaran, waktu pembakaran (yang biasanya hanya memakan waktu beberapa detik atau sekitar 1 menit untuk roket ujicoba) serta (ini intinya)kuatnya daya dorong adalah beberapa hal yang sering kita jumpai pada tulisan-tuliosan tentang ujicoba motor roket.

Beberapa bulan lalu (saya edit post ini pada bulan April) LAPAN telah berhasil menguji coba roket terbarunya yang mempunyai diameter 450 mm .Anda para pembaca majalah “Angkasa” pasti tahu dengan laporan itu(kalo diameternya salah, tolong kasih komen yah..). Motor tersebut juga menggunakan bahan bakar padat seperti roket LAPAN kebanyakan,dan tentu saja desain motornya tetap seperti sebuah pelontar kembang api, atau sebuah selongsong peluru raksasa, namun salahsatu sisinya tertutup.

Ruang bakar motor dengan bahan bakar padat adalah tabung bahan bakar itu sendiri, sehingga ruang ini perlu didesain sekuat mungkin untuk menahan “ledakan” propelan, tentunya tanpa melupaka aspek penting lainnya. Ini berbeda dengan motor berbahan bakar cair seperti yang sering kita lihat di TV ketika ada peluncuran roket NASA misalnya. Roket ini mempunyai ruang bakar yang terpisah dengan tabung bahan bakar, sehingga desainnya berbeda dengan motor bahan bakar padat, dan tentusaja lebih rumit.

Iklan

this is one of my favorite places (IJEN CRATER)

ijen

this is 1 of my favorite scene by my home in east Java…

Ijen is a mount located in the boundary between district of Banyuwangi and district of Bondowoso in the province of Jawa Timur (east Java) Indonesia. To reach this spot, we can go by car, motor bike, or rented trucks belong to people around the “feet” of the mount. It’s noted for its beautiful crater with the blue-green water filling the crater, made a very beautiful volcanic lake. Beside, there are many traditional sulfur miners from the crater. They usually take the sulfur twice or three times in a day, with up to 60 kg of sulfuric rock on their shoulders accompanying them to walk up and down the mount, a hard struggle to earn living.

Ijen mount is about 2800 m high above sea level; the temperature on the base can reach below 7°C on July – August every year. This is Quiet cool for an equatorial area. Unfortunately, in this location (the base, where motel and cafeterias are found) the public facilities are so limited. The electric power even always down on 9 pm, for saving the fee. There is actually a little power plant built on a water fall not far from this location. But it’s been long time out of usage. And the cause could be the maintenance cost too high. Despite this condition, many tourists (local and overseas) visit this crater every year, especially on the holidays and New Year celebration. On those days, visitors can increase up to 200% from other days all the year.

Because of its remote location, Ijen tourist facilities are so limited. Beside that, visitors all the year are not so many that the improvement of this facilities run very – very slowly. This place is one of my favorite places to spend holidays with my friends. Although I’ve visited it many times, I’m always impressed whenever I’m there.

Actually, the point for me visiting this place is not to have fun with a lot of friend of mine, but to satisfy my great curiosity of exploration. That’s the only reason why I used to walk alone for many kilometers in a remote area. I always want to walk farther and farther to reach the end of the land so that I can really know where I’m on the map! Every time I reach a new area which I haven’t known before, I always associate it with other places shown on map. That’s because I want to know where my location on the globe.

Well, Ijen mount is actually located among mountain called Ijen range. On the east side, there is a higher peak whose shadow always cover Ijen crater on every morning (this is why we can see the sunrise on ijen peak). This is Merapi peak, but this one is not that located in Jogiakarta, this is another Merapi. I have a very big curiosity to climb that peak, but I never make it, for I never get anyone to climb with. They said that the peak is not safe enough for amateur climbers. Well, I can just imagine if I could climb it, reach its top, then I cu’d see the sunrise from Bali Island. It must be a very nice scene.

For you know, the picture attached on this post is not Ijen crater but that is Merapi mount ( I mean the picture of sea with a mount in the background), the picture is taken from the east side of Java (on Menjangan Island), from this spot we can’t see the Ijen crater, covered by Merapi. Anyway, that picture is actually not mine, I copied it from panoramio.com. he..he..

About my hobby.. I can’t wholly satisfy it, because this kind of hobby takes much money. Then, with the limited found (I mean money), I’ve always tried to satisfy my hobby. Sometimes I go with a company, but mostly I go alone. This makes me free to enjoy the nature. Every exploration usually leaves an inerasable memory in my mind. And for the last 18 months, I’ve never made it anymore. I’ve in college for those months, which means I need a big amount of ‘Rupiah’ every month for my study. Then I prefer surfing on internet to making the real exploration. I got an old weakness, that is incapability of handling and earning money by myself… ha..ha..(they called it self finance management)

here some pictures i got from http://www.pbase.com/jdb/kawa_ijen

well, unfortunately I have no digital pictures that I can attach on this blog…..

traditional sulfur miner with up to 60 load on their shoulderstraditional sulfur miner on crater edge

pipe

freedom from boredom

aahhhh… ahirnya aku bebas… being me my self, my ideas, my moments 🙂  … oo really I’m be me tonait . thank  wordpress…

welkom every one to my blog.. its gonna be sometimes boring for U to see this blog. becuze this is my mind.. yes my mind.. 🙂