Monthly Archives: Mei 2011

Heran sama mesin canggih di SPBU

slogan “pasti pas” memang harusnya disambut baik oleh konsumen BBM. Setelah banyak kasus kecurangan dalam melayani konsumen, ahirnya Pertamina memperketat lagi pengawasan pelayanan di berbagai SPBUnya. Dengan¬† logo yang khas di seragamnya, para karyawan SPBU berkomitmen untuk jujur dalam perhitungan mesinnya. Ya, mesin di set 00000 tiap kali ganti pelanggan, sehingga terjamin bahwa Mesin tersebut kembali menghitung dari 0 saat pembeli tersebut tiba.

Namun, ternyata mesin tersebut terlalu canggih untuk beberapa SPBU di negeri kita! Ya, saya gak yakin semua SPBU memiliki mesin yang “terlalu canggih”..

Gimana gak canggih, dia bisa mencacah hingga beberapa digit di bawah Liter..demikian juga dengan nilai uang yang dikonversi dari volume bahan bakar tersebut.. Tapi, namanya juga terlalu canggih,beberapa SPBU bahkan tak bisa memberi kembalian lebih kecil dari Rp.500… ya, pecahan paling kecil adalah Rp.500.

waw.. waw..waw.. padahal mesin konversi tersebut menghitung hingga tingkat ketelitian Rp.1…!!!!!

benar-benar… ini terlalu canggih… kenapa gak dikalibrasi ulang aja biar enak dilihatnya. Biar si pembeli gak merasa tertipu…

Produk luar yang diinstall oleh orang lokal

saya belum banyak pengalaman di bidang alat2 industri.. Tapi yang mengherankan baru kali ini lab kampus disuplai oleh salah satu perusahaan yang bekerja dibidang alat2 industri. Dan sekali ini pula saya langsung heran begitu rentannnya alat-alat tersebut terhadap berbagai kerusakan sederhana (baca: error ). Saya sudah lupa berapa kali kami mengeluh atas hal ini. Mulai dari kompressor yang bocor, berisik, sampe urusan relay kendor di antara puluhan relay yang terjepit sistem wiring rumit. Belum lagi error pada kompiler program pada PC yang digunakan untuk mengontrol manipulator.

satu hal yang pasti, komponen pendukung sistem yang terdiri dari PLC, motor servo, motor stepper, belum pernah rusak, karena memang disuplai oleh perusahaan ternama. Hanya saja, integrasi sistemnya harus saya katakan lumayan parah! sangat jauh dari kata layak beroperasi>..

Barusan minggu kemarin lab kami ada kunjungan dari rombongan siswa-siswi sebuah SMA di ibu kota. Tentu kami menyambut dengan senang karena dengan demikian kami bisa mengenalkan konsep sederhana teknologi industri sejak dini pada anak SMA. Di lab saya sendiri, ada 4 buah alat industri  yang terdiri dari berbagai manipulator lengan prismatik. mesin CNC dan sejenisnya.

Tapi yang bisa kami operasikan hanya 2 manipulator. Karena 2 mesin yg tersisa masih error programnya. Keduanya adalah kontroler servo dan stepper berbasis PC yang semua programnya error ketika dijalankan. Lebih apes lagi pada rombongan terahir yang masuk ke lab saya, 1 di antara mesin yang bisa dioperasikan error juga!!! mampus, sehingga dari 4 mesin yang bisa didemokan hanya 1 mesin CNC.

Saya tidak mengatakan komponen2 pendukungnya jelek, tapi integrasi sistemnya sangat rawan terhadap berbagai error. Dan ini juga yang membuat saya semakin ragu bahwa mereka benar2 berniat untuk membantu lab kami dalam mempelajari mesin2 industri. Cara integrasi fisiknya pun juga tak semuanya sesuai standard industri, instalasi pengkabelan ada juga yang seenaknya saja!…

Kok bisa menang tender proyek ya? Apa mungkin karena ini di kampus sehingga mereka malas untuk serius?, atau karena pihak kampus yang salah memilih perusahaan?

Ini benar2 mengecewakan.. sangat